Welcome anak cantik mama...
Baby kara....
Bidadariku....
5 september 2017
Jam 10.15
Tepat waktu itu kamu dilahirkan di dunia sayang...
Kesayanganku bertambah
Setelah mama menyayangi ayahmu dan kakakmu
Lengkap sudah kebahagiaan mama
Karaissa medina ahsanta
Semoga selalu mendapatkan cahaya keimanan yang baik sesuai dengan arti nama yang mama berikan sama kamu sayang ....
owl
Jumat, 08 September 2017
Karaissa medina ahsanta
Sabtu, 12 Agustus 2017
5 MACAM PENYAKIT HATI DIDALAM ISLAM & PENYEMBUHANNYA
Hati atau didalam Bahasa Arab disebut Qolbu merupakan satu bagian yang sangat penting dalam tubuh manusia.
Hati mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menentukan perilaku seseorang, jika hatinya baik, maka akan baik pula perilaku amalannya.
Oleh karena itu, Kita perlu mengetahui Dan mengenal macam-macam penyakit Hati yang berbahaya serta solusi atau cara menyembuhkannya.
*وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ*
Wa ammal ladziina fii quluubihim marodz fazaadathum rijsan ilaa rijsihim wa maatuu wa hum kaafirun
*Dan adapun orang-orang yang didalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafiran nya yang telah ada Dan mereka mati dalam keadaan Kafir*
( Q.S At Taubat : 125 )
*# 5 Macam Penyakit Hati adalah :*
*1. SOMBONG.*
Sombong adalah salah satu Penyakit Hati yang dibenci Alloh SWT, seperti yang tersirat dalam Al Qur'an berikut ini :
*ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ*
Udkhuluu abwaba jahannama kholidina fiihaa, fabiksa matswal mutakabbirin.
*Masuklah kamu ke pintu-pintu Neraka Jahannam, sedang kamu kekal didalamnya. Maka itulah seburuk-buruk Tempat bagi orang-orang yang sombong.*
( Q.S Mukmin / Ghofir : 76 ).
*وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا*
Wa laa tamsyi fil ardzi marochan innaka lan takhriqol ardzi was lan tablughol jibals thuulaa.
*Dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi in dengan sombong, karena sesungguhnya sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.*
( Q.S Al Isro ' : 37 ).
و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ دِينَارٍ جَمِيعًا عَنْ يَحْيَى بْنِ حَمَّادٍ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبَانَ بْنِ تَغْلِبَ عَنْ فُضَيْلٍ الْفُقَيْمِيِّ عَنْ إِبْرَاهِيمَ النَّخَعِيِّ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar serta Ibrahim bin Dinar semuanya dari Yahya bin Hammad, Ibnu al-Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hammad telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari Aban bin Taghlib dari Fudlail al-Fuqaimi dari Ibrahim an-Nakha'i dari Alqamah dari Abdullah bin Mas'ud dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, *beliau bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan." Seorang laki-laki bertanya, "Sesungguhnya laki-laki menyukai baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?" Beliau menjawab: "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia."*
( H.R Sahih Muslim Bab 2 Iman No Bab 114 No Hadits 131 )
*2. CHASAD/IRI/DENGKI*
[12/8 06:26] +62 812-8031-9354: *2. CHASAD/IRI/DENGKI*
Orang yang iri dan dengki selalu merasa susah bila melihat orang lain senang. Dan sebaliknya, is Akan merasa senang bill orang lain kesusahan. Biasanya orang yang iri dengki akan mencelakakan orang lain dengan lisan, tulisan dan perbuatannya.
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
Wa laa tamannauw maa fadhdholal Loohu bihi baghdhokum 'alaa baghdhin lirrijaali nashibun mimmak tasabuu, wa linnisaai nashibun mimmak tasabna wasalulloha min fadhlihi innalloha kaana bikulli syain 'aliimaa.
*Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Alloh kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain ( karena ) bagi orang laki- laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, Dan bagi para wanita ( pun ) ada bahagian yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Alloh sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu."*
( Q.S An-Nisaa : 32 ).
Kita hanya boleh dengki pada dua hal :
1. Bila melihat seseorang yang berharta lalu dia pergunakan harta tersebut dijalankannya kebenarannya ( dermawan banyak shodaqohnya ).
2. Bila melihat seseorang yang Alloh berikan hikmah ( ilmu ) lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain.
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ عَلَى غَيْرِ مَا حَدَّثَنَاهُ الزُّهْرِيُّ قَالَ سَمِعْتُ قَيْسَ بْنَ أَبِي حَازِمٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ قَالَ*قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا
Chaddatsana Al Chumaidi qola, chaddatsana Sufyan qola chaddatsana Is ma'ruf ibnu Abi Kholid 'alaa ghoirimaa chaddatsana Zuhri qola, sami'tu Qois ibna Abi Chazimin qola, sami'tu Abdalloh ibna Mas'ud qola, qola Nabiyyu SAW: "Laa chasada illa fits nataini rojulun aataahul Lohu maalan fasullatho 'alaa halakatihi fil chaqqi wa rojulun aataahul Lohul chikmata fahum yawdzii biha wa yu'allimuha.
Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata, telah menceritakan kepadaku Isma'il bin Abu Khalid dengan lafazh hadits yang lain dari yang dia ceritakan kepada kami dari Az Zuhri berkata; aku mendengar Qois bin Abu Hazim berkata; aku mendengar Abdullah bin Mas'ud berkata; *Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh mendengki kecuali terhadap dua hal; (terhadap) seorang yang Allah berikan harta lalu dia pergunakan harta tersebut di jalan kebenaran dan seseorang yang Allah berikan hikmah ( ilmu ) lalu dia mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain".*
( H.R Sahih al-Bukhori Bab 3 Ilmu No Bab 56 No Hadits 71 ).
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ صَالِحٍ الْبَغْدَادِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ يَعْنِي عَبْدَ الْمَلِكِ بْنَ عَمْرٍو حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي أَسِيدٍ عَنْ جَدِّهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
*أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ أَوْ قَالَ الْعُشْبَ*
Chaddatsana 'Utsman ibnu Sholich Al Bsghdadiyyu chaddatsana Abu 'An in ya'nii 'Abdal Malik ibna Amriw chaddatsana Sulaiman ibnu Bilal 'An Ibrohim ibni Abi Asidi 'An jaddih 'an Abi Huroiroh Annan Nabiyya SAW qola: "Iyyakum Wal chasada fainnal chasada ya'kulul chasanaati kamaa kama ta's naarul chathoba auw qolal 'usyba.
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Shalih Al Baghdadi berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Amir -maksudnya Abdul Malik bin Amru- berkata, telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal dari Ibrahim bin Abu Asid dari Kakeknya dari Abu Hurairah bahwa *Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kabaikan seperti api memakan kayu bakar."*
( H.R Abi Dawud Bab 35 Adab No Bab 1754 No Hadits 4257 ).
*3. RIYA' ( PAMER ).*
Riya' adalah orang yang ibadah atau berbuat kebaikan dengan maksud pamer kepada orang lain, agar orang mengira Dan memujinya sebagai orang yang baik hati atau rajin / gemar beribadah dan berbuat kebajikan.
Ciri-ciri nya yakni apabila digadapan orang dia giat tetapi bila sendirian dia malas, Dan selalu ingin mendapatkan pujian dalam segala urusan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِ cرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
*Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima ) seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.*
( Q.S Al Baqoroh : 264 )
*فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ. الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ. الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ*
Fawailul lilmusholliin. Alladzina hum 'An sholaatihim saahuun. Alladzina hum yuro'un.
*Maka kecelakaanlah ( Neraka Wail ) bagi orang-orang yang Sholat. Yaitu orang-orang yang lalai dari Sholat ya. Orang-orang mereka itu berbuat karena riya'.*
( Q.S Al Maa'uun : 4~6 )
*Rosululloh SAW menegaskan Riya' adalah bagian dari perbuatannya Syirik.*
حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زَيْدٍ أَخْبَرَنَا عُبَادَةُ بْنُ نُسَيٍّ عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ
أَنَّهُ بَكَى فَقِيلَ لَهُ مَا يُبْكِيكَ قَالَ شَيْئًا سَمِعْتُهُ مِنْ *رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُهُ فَذَكَرْتُهُ فَأَبْكَانِي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَتَخَوَّفُ عَلَى أُمَّتِي الشِّرْكَ وَالشَّهْوَةَ الْخَفِيَّةَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُشْرِكُ أُمَّتُكَ مِنْ بَعْدِكَ قَالَ نَعَمْ أَمَا إِنَّهُمْ لَا يَعْبُدُونَ شَمْسًا وَلَا قَمَرًا وَلَا حَجَرًا وَلَا وَثَنًا وَلَكِنْ يُرَاءُونَ بِأَعْمَالِهِمْ وَالشَّهْوَةُ الْخَفِيَّةُ أَنْ يُصْبِحَ أَحَدُهُمْ صَائِمًا فَتَعْرِضُ لَهُ شَهْوَةٌ مِنْ شَهَوَاتِهِ فَيَتْرُكُ صَوْمَهُ*
Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al Habhab berkata; telah menceritakan kepadaku Abdul Wahid bin Zaid telah menceritakan kepada kami 'Ubadah bin Nusa dari Syaddad bin Aus sesungguhnya dia menangis, lalu ditanyakan kepadanya, "Apa yang membuat anda menangis?" lalu dia menjawab, "Saya sangat takut kepada umatku tertimpa kesyirikan dan syahwat yang tersembunyi." (Syaddad bin Aus Radliyallahu'anhu) berkata; saya berkata; *"Wahai Rasulullah, apakah umatmu akan melakukan kesyirikan setelah anda?." Beliau menjawab, "Ya, namun mereka tidak menyembah matahari, bulan, batu atau berhala tapi mereka melakukan riya' dengan amalan-amalan mereka dan syahwat yang tersembunyi. Pagi hari dalam keadaan puasa lalu ada syahwat yang datang hingga dia meninggalkan puasanya."*
( H.R Musnad Ahmad Bab 9 No Bab 460 No Hadits 16498 ).
[12/8 06:40] +62 812-8031-9354: *4. BAKHIL ATAU KIKIR / PELIT.*
Bakhil atau Kikir alias Pelit atau Medit merupakan salah satu Penyakit Hati karena terlalu cinta pada harta sehingga tidak mau verbage dan bersedekah dengan orang lain.
*وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ*
*Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.*
( Q.S Ali Imron : 180 )
وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ. وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ.
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ.وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّىٰ.
Dan adapun orang-orang yang
bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustskan pahala terbaik, maka kelak Kami Akan menguatkan baginya ( jalani ) sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.
( Q.S Al Laili 8 ~ 11 ).
*هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ ۖ وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ ۚ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ ۚ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ*
Ingatkanlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk mengingatkan ( hartamu ) pada jalani Alloh. Maka diantara kamu anda yang bakhil / kikir, dan siapa yang kikir
sesungguhnya dia banyak kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Alloh lah yang Maha Kaya sedang kamulah orang-orang yang berkenan ( kepada-Nya ), dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti ( kamu ) dengan qoum yang lain; dan mereka tidak Akan seperti kamu
( Q.S Muchammad : 38 ).
*5.UJUB ( KAGUM AKAN DIRI SENDIRI / POL DEWE )*
Ujub ini mirip dengan sombong. Kita merasa bangga atau kagum akan diri kita sendiri ( merasa pol dewe ). Padahal sehari-hari Kita tahu bahwa semua nikmat yang kita dapat itu berapakah dari Alloh. Sebaliknya ucapkanlah "alhamdulillah" karena segala puji itu milik Alloh.
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ بَحِيرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ كَثِيرِ بْنِ مُرَّةَ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَالْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَمَعْنَى هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّ الَّذِي يُسِرُّ بِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ أَفْضَلُ مِنْ الَّذِي يَجْهَرُ بِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ لِأَنَّ صَدَقَةَ السِّرِّ أَفْضَلُ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ صَدَقَةِ الْعَلَانِيَةِ وَإِنَّمَا مَعْنَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ لِكَيْ يَأْمَنَ الرَّجُلُ مِنْ الْعُجْبِ لِأَنَّ الَّذِي يُسِرُّ الْعَمَلَ لَا يُخَافُ عَلَيْهِ الْعُجْبُ مَا يُخَافُ عَلَيْهِ مِنْ عَلَانِيَتِهِ
Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin 'Arafah telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ayyasy dari Bahir bin Sa'd dari Khalid bin Ma'dan dari Katsir bin Murrah Al Hadlrami dari 'Uqbah bin Amir ia berkata; Aku mendengar *Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seseorang yang membaca al-Qur'an dengan suara keras seperti orang yang menampak-nampakkan sedekah, sedangkan orang yang membaca al-Qur'an dengan suara lirih, seperti orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan gharib. Makna hadits ini adalah; "Orang yang membaca al-Qur'an dengan suara lirih lebih baik dari yang membaca dengan suara keras, karena sedekah sembunyi-sembunyi itu lebih baik dari sedekah dengan terang-terangan menurut para ulama. Sedangkan menurut ulama mengenai makna hadits ini adalah agar seseorang terhindar dari sifat ujub, karena orang yang melakukan amalan dengan sembunyi-sembunyi itu tidak dikhawatirkan ujub seperti bila dilakukan secara terang-terangan."*
( Hi.R Sunan at-Tirmidzi Bab 45 Fadzlil Qur'an / Keutamaan Al Qur'an No Bab 1755 No Hadits 2843 ).
*# PENYEMBUHANNYA PENYAKIT HATI #*
1. Menjaga kekuatan mental :
Salah satu upaya yang harus dilanjutkan oleh orang yang memiliki Penyakit Hati adalah menjaga kekuatan mentalnya, dengan mencari ilmu yang bermanfaat ( Al Qur'an, Hadits & Faroidh ) dan melakukan berbagai kegiatan. Hatinya harus dipakai untuk menghayati nasehat Dan ilmu yang bersumber dari Al Qur'an Dan Hadits, serta fisik ya dipakai untuk melakukan ibadah ( qiyamul-lail / tahajut, Sholat & Puasa Sunnah, dzikir, menders / membaca Al Qur'an ) dan ketaatan, baik taat dari lingkup yang kecil sampai yang besar ( RT, RW, Lurah...~ President ) pada Pemerintah yang syah = Berbudi yang Luhur, terutama taat kepada Alloh SWT & Rosululloh SAW.
Karena ilmu dan amal merupakan nutrisi bagi hati manusia.
2. Menghindari Hal-hal yang membuat Penyakit Hati lebih parah :
Orang yang sakit hati harus menghindari dari segala yang bisa memperparah penyakit dalam jiwanya. Yaitu dengan memusuhi semua perbuatannya dosa dan maksiat. Dia harus bisa menghindarkan dirinya dari segala bentuk penyimpangan.
Karena dosa dan maksiat adalah sumber penyakit bagi hati.
# Berikut Ada 10 hal yang dapat dilanjutkan sebagai upaya dalam penyembuhan Penyakit Hati yang diderita :
1. Membaca dan menyimak Al Qur'an serial hari.
2. Merasakan keagungan Alloh SWT.
3. Mencari dan mempelajari ilmu Agama Islam dengan mendatangi guru / Mubaligh atau mengikuti pengajian di Majlis Ta'lim Al Qur'an & Hadits.
4. Banyak berdzikir hindari laghwi / lahan ( perbuatannya yang tidak berpahala ).
5. Rajin melakukan ibadah dengan tertib baik waktu, lisan dan gerakan ya.
6. Memperbanyak Amal Sholih ( perbuatannya yang bisa mendatangkan pahala ).
7. Banyak mengingatkan mati, tetapi tidak takut menguasai kematian.
8. Selalu ingat akan tibanya
hari akhir / kiamat.
9. Tidak terlalu mengharapkan dunia ( nrimo ing pandum ).
10. Selalu berdo'a kepada Alloh SWT, terutama pada 1/3 MALAM yang akhir mendirikan qiyamul-lail / tahajut.
*Semoga artikelnya 5 Macam Penyakit Hati didalam Islam Dan Penyembuhannya ini dapat memberikan pencerahan dan bernilai manf aat dan barokah bagi Kita semua.*
*امین یربل المین*
Jumat, 11 Agustus 2017
Mana yg didahulukan, mendidik anak menjadi sholeh atau pintar....?
Mana yg didahulukan, mendidik anak menjadi sholeh atau pintar....?
Kisah ini layak jadi pertimbangan
Seorang bapak kira-kira usia 65 tahunan duduk sendiri di sebuah lounge bandara Halim Perdana Kusuma, menunggu pesawat yang akan menerbangkannya ke Jogja.
Kami bersebelahan hanya berjarak satu kursi kosong. Beberapa menit kemudian ia menyapa saya.
_“Dik hendak ke Jogja juga?”_
_“Saya ke Blitar via Malang, Pak. Bapak ke Jogja?”_
_“Iya.”_
_“Bapak sendiri?”_
_“Iya.”_ Senyumnya datar. Menghela napas panjang._“Dik kerja dimana?”_
_“Saya serabutan, Pak,”_ sahut saya sekenanya.
_“Serabutan tapi mapan, ya?”_ Ia tersenyum. _“Kalau saya mapan tapi jiwanya serabutan.”_
Saya tertegun. _“Kok begitu, Pak?”_
Ia pun mengisahkan, istrinya telah meninggal setahun lalu. Dia memiliki dua orang anak yang sudah besar-besar. Yang sulung sudah mapan bekerja. Di Amsterdam. Di sebuah perusahaan farmasi terkemuka dunia. Yang bungsu, masih kuliah S2 di USA.
Ketika ia berkisah tentang rumahnya yang mentereng di kawasan elit Pondok Indah Jakarta, yang hanya dihuni olehnya seorang, dikawani seorang satpam, 2 orang pembantu dan seorang sopir pribadinya, ia menyeka airmata di kelopak matanya dengan tisue.
_“Dik jangan sampai mengalami hidup seperti saya ya. Semua yang saya kejar dari masa muda, kini hanyalah kesia-siaan. Tiada guna sama sekali dalam keadaan seperti ini. Saya tak tahu harus berbuat apa lagi. Tapi saya sadar, semua ini akibat kesalahan saya yang selalu memburu duit, duit, dan duit, sampai lalai mendidik anak tentang agama, ibadah, silaturrahmi dan berbakti pada orang tua._
_Hal yang paling menyesakkan dada saya ialah saat istri saya menjelang meninggal dunia karena sakit kanker rahim yang dideritanya, anak kami yang sulung hanya berkirim SMS tak bisa pulang mendampingi akhir hayat mamanya gara-gara harus meeting dengan koleganya dari Swedia. Sibuk. Iya, sibuk sekali…. Sementara anak bungsu saya mengabari via WA bahwa ia sedang mid - test di kampusnya sehingga tidak bisa pulang...”_
_“Bapak, Bapak yang sabar ya….”_
Tidak ada kalimat lain yang bisa saya ucapkan selain itu.
Ia tersenyum kecut.
_“Sabar sudah saya jadikan lautan terdalam dan terluas untuk membuang segala sesal saya dik..._
_Meski telat, saya telah menginsafi satu hal yang paling berharga dalam hidup manusia, yakni sangkan paraning dumadi. Bukan materi sebanyak apa pun. Tetapi, dari mana dan hendak ke mana kita akhirnya. Saya yakin, hanya dari Allah dan kepada-Nya kita kembali. Di luar itu, semua semu. Tidak hakiki..._
_Adik bisa menjadikan saya contoh kegagalan hidup manusia yang merana di masa tuanya….”_
Ia mengelus bahu saya –saya tiba-tiba teringat ayah saya.
Spontan saya memeluk Bapak tsb..
Tak sadar menetes airmata..
Bapak tua tersebut juga meneteskan airmata....
...... *kejadian ini telah menyadarkan aku, bahwa mendidik anak tujuan utamanya harus shaleh bukan kaya. Tanpa kita didikpun rejeki anak sudah dijamin oleh Tuhan, tapi tidak ada jaminan tentang keimanannya, orang tua yg harus berusaha untuk mendidik dan menanamkannya.*
Di pesawat, seusai take off, saya melempar pandangan ke luar jendela, ke kabut-kabut yang berserak bergulung-gulung, terasa diri begitu kecil lemah tak berdaya di hadapan kekuasaan-Nya...
●HIDUP ITU SEDERHANA SAJA. MENCARI REZEKI JANGAN MENGEJAR JUMLAHNYA TAPI KEJAR BERKAHNYA.
Semoga bermanfaat.
Kamis, 26 Mei 2016
Tips mengajari anak sholat 5 waktu
TIPS MENGAJARI ANAK-ANAK SHOLAT LIMA WAKTU
Terkadang kita sebagai orang tua menganggap biasa-biasa saja anak kita yang masih umur sekitar 5 tahun belum mau mengerjakan sholat dan ada pula yang berfikir "ah... nanti juga bisa sendiri karena di sekolahan juga di ajarkan." Sebenarnya cara berfikir seperti itu salah besar, karena seiring bertambahnya usia anak maka akan semakin susah mengaturnya karena sholat adalah satu tanggung jawab yang amat besar bagi seorang Muslim. Tanggung jawab sebanyak 5 waktu dalam sehari inilah yang bakal Allah tanya terlebih dahulu daripada amal ibadah yang lainnya.
Jika baik sholat kita, maka baiklah amalan yang lainnya. Namun jika sholat kita rapuh, maka tidak usah mengharapkan penghidupan dunia yang lebih baik, apa lagi diakhirat nanti.. ada satu hadist yang mengatakan bahwa “Batas antara seseorang dengan kekufuran adalah meninggalkan sholat.” (Riwayat Muslim)
“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah sholat, maka barang siapa yang meninggalkan solat bererti ia kafir.” (Riwayat an-Nasa’i, at-Tarmidzi dan Ahmad)
Dalam konteks pendidikan awal anak-anak, tanggung jawab untuk mendidik anak untuk bersholat adalah satu amanah yang sangat besar dan berat. Mendidik dan membiasakan anak-anak untuk sholat tidak semudah kita mengajar anak ABC atau 123. Tanggung jawab yang besar ini datang dengan berbagai ujian dan ini memerlukan seorang ibu dan ayah yang bijak. Apalagi sekarang anak sudah biasa dengan gadget yang makin canggih, mereka bisa menghabiskan waktu berjam jam melakukan sesuatu yang kurang bermanfaat dengan gadgetnya.
Tips untuk mengajari anak solat sesuai tingkatan umurnya :
1) Berikan Contoh tauladan yang baik.
Ibu & ayah adalah contoh terbaik dan terdekat untuk diteladani oleh anak-anak. Ayah yang selalu ke masjid, ibu yang terus bersiap sholat ketika mendengar azan dan mengajak serta mengajari anak-anak tentang solat berjamaah adalah contoh terbaik buat anak-anak. Ini adalah salah satu cara didikan berkesan yang paling baik.
2) Umur 0 – 2 tahun – Wujudkan suasana yang islami
Walaupun anak masih kecil, tidak mengerti dan tidak faham, namun suasana yang baik dan sholeh/sholehah akan menjadikannya biasa. Dia biasa melihat ibu dan ayahnya sholat di awal waktu, sholat berjemaah, tahu tentang adzan dan mendengar bacaan ayat-ayat al-qur’an. Berkata-katalah dan bercerita dengan anak seperti, ” Tunggu sebelah Ummi ya nak, Ummi mahu sholat.” Atau ”Terima kasih sayang sudah mau tunggu Ummi sholat.”
3) Umur 2 – 3 tahun, Mulailah Ajak anak
Jangan bosan untuk selalu ajak anak sholat. Biar mereka biasa dengan ajakkan. Walaupun mereka hanya mendengar dan tidak mengikuti, teruskan menyebut setiap kali kita hendak sholat. ”yuk ikut ayah/ibu sholat nak.”
4) Umur 4 – 6 tahun, menjelaskan mengapa kita sholat?
Sudah tiba masanya untuk ibu/bapak bercerita tentang kepentingan sholat. Penerangan dalam bentuk cerita dapat memberikan gambaran yang jelas kepada anak-anak.
Contohnya:
Ummi: Allah suka kalau kita sholat.
Anak: Kenapa? (Dalam umur begini anak suka bertanya tanya kenapa, bagaimana dan mengapa)
Ummi: Kalau kita sholat, nanti Allah sayang. Ummi sayang. Abi sayang.
Pada tahap ini juga, biasakan anak-anak secara rutin ajak ke masjid. Perkenalkan tentang adab-adabnya, sholat jamaah, hubungan sosial dengan jamaah yang lain dan sebagainya. Pada umur begini juga ibu dan ayah sudah bisa mensekolahkan mereka ke RA Islam yang mengajar mereka tentang sholat agar mereka lebih faham dan antusias serta bergairah untuk sholat.
5) Umur 7 – 9 tahun, Penekanan dan tanggungjawab
Masa 3 tahun yang kritis. Ini adalah tahun-tahun pengukuhan bagi asas sholat. Kita sudah menunjukkan contoh, ajakan dan pemahaman sejak lahir. Waktu ini anak seharusnya sudah tahu apa yang perlu dilakukan ketika adzan, cara mengambil wudhu, pergerakan dan bacaan dalam sholat.
Walaupun tidak lancar dan tidak cakap, sekurang-kurangnya mereka sudah ada asas yang tertanam sejak kecil. Mencapai umur 9 tahun, ibu dan ayah sudah mulai sedikit tegas dan selalu mengingatkan.
6) Umur 10 tahun ke atas, Denda dan hukuman
Dalam hadist tentang sholat, Nabi SAW membolehkan untuk kita memukul anak yang ingkar sholat ketika dia berumur 10 tahun. Tetapi sebelum kita memukulnya, adakah kita telah memberikan pemahaman serta contoh terbaik buat mereka? Hanya kita sebagai orang tua yang mengetahuinya. Memukul adalah jalan terakhir setelah ibu/bapak sudah putus harapan. Tidak semudah itu untuk orang tua menjatuhkan hukuman dan memukul anak. Semoga kita menjadi pemimpin yang adil dalam menentukan hukuman dan denda terhadap anak-anak kita yang menunggalkan sholat.
7) Doa
Selalulah amalkan doa Nabi Ibrahim.
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِين
(Rabbi habli minash sholihin)
Artinya: “Wahai Rabbku, berilah aku keturanan yang shalih.” (Lihat Al-Qur'an surat Al Qashshash: 110)
Proses membiasakan ibadah sholat tidak terhenti setingkat itu saja. Ia adalah proses yang amat panjang yaitu seumur hidup. Jangan jemu/bosan dalam proses ini. Berbagai teknik dan cara perlu diterapkan oleh ayah & ibunya dalam mengajak anak-anaknya menunaikan sholat 5 waktu. Semoga kita semua dapat melalui proses ini dengan baik dan saling bergandeng tangan untuk membina generasi yang suka mendirikan dan mencintai sholat. Amien..
Senin, 09 Mei 2016
Hidupku cerminan dari sholatku,,,,,
*NASEHAT*
"HIDUPvKU Cerminan dari SHOLATKU"
Barangsiapa terbiasa menunda sholat, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya; nikah, pekerjaan, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk dan lain-lain.
Imam Hasan al-Bashri berkata:
ﺃَﻱُّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻳَﻌِﺰُّ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻣِﻦْ ﺩِﻳﻨِﻚَ ﺇِﺫَﺍ ﻫَﺎﻧَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺻَﻠَﺎﺗُﻚَ ﻭَﺃَﻧﺖ ﺃﻭﻝ ﻣَﺎ ﺗﺴْﺄَﻝ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﻳَﻮْﻡ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔ
"Apa yang berharga dari agamamu jika sholatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat."
*Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu*
Tidakkah kamu tahu bahwa sholat itu bergandengan dengan kejayaan?
- حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ.
- حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ.
Artinya:
"Marilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesan"
Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hakNya?
Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk mendirikan sholat tepat pada waktunya...
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ.
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. QS. Ibrahim: 40.
_Semoga Bermanfaat_
Minggu, 08 Mei 2016
Apa itu BAROKAH
APA ITU " BAROKAH" ?
Barokah adalah kata yg diinginkan oleh hampir semua hamba yg beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.
Barokah bukanlah cukup & mencukupi saja, tapi barokah ialah ketaatanmu kepada الله dg segala keadaan yg ada, baik berlimpah atau sebaliknya.
Barokah itu: "albarokatu tuziidukum fi thoah" ~ barokah menambah taatmu kepada الله.
Hidup yg barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.
Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yg umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.
Tanah yg barokah itu bukan karena subur & panoramanya indah, karena tanah yg tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله tiada yg menandingi.
Makanan barokah itu bukan yg komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.
Ilmu yg barokah itu bukan yg banyak riwayat & catatan kakinya, tapi yg barokah ialah yg mampu menjadikan seorang meneteskan keringat & darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله.
Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar & bertambah, tapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rizqi bagi yg lainnya & semakin banyak orang yg terbantu dg penghasilan tersebut.
Anak² yg barokah bukanlah anak yg banyak & saat kecil mereka lucu & imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tapi anak yg barokah ialah yg senantiasa taat kepada Rabb-Nya & kelak di antara mereka ada yg lebih shalih & tak henti²nya mendo'akan kedua Orang tuanya.
Semoga segala aktifitas kita hari ini barokah بَارَكَ اللهُ فِيْك
Silahkan share kepada tmn2 yg lain jika dirasa ilmu ini brmanfaat.:) Barang siapa yg mengajarkan satu ilmu dan org tsb mengamalkannya maka pahala bagi org yg memberikan ilmu tsb tanpa mengurangi pahala org yg mengamalkan ilmu tsb.(HR.Bukhori Muslim)
Minggu, 17 April 2016
Yang langka
🍁L A N G K A🍁
Yang langka itu...
istri yg tunduk patuh pada suami, yg senantiasa berseri2 saat dipandang ,
yg ridha terdiam saat suami marah.
Tidak merasa lebih apalagi meninggikan suara. Tercantik di hadapan suami.
Terharum saat menemani suami beristirahat. Tak menuntut keduniaan yg tidak mampu diberikan suaminya.
Yang sadar bahwa ridha-Nya ada pd ridha suaminya.
Yang langka itu...
Suami yang mengerti bahwa istrinya bukan pembantu. Sadar tak melulu ingin dilayani. Malu jika menyuruh ini itu krn tahu istrinya sudah repot seharian urusan anak dan rumah. Yang tak berharap keadaan rumah lapang saat pulang krn sadar itulah resiko hadirnya amanah² yg masih kecil. Yang sadar pekerjaan rumah tangga juga kewajibannya. Yang rela mengerjakan pekerjaan rumah tangga krn rasa sayangnya thd istrinya yg kelelahan.
Yang langka itu...
Anak lelaki... yang sadar bahwa ibunya yg paling berhak atas dirinya. Yang mengutamakan memperhatikan urusan ibunya. Yang lebih mencintai ibunya dibanding mencintai istri dan anak²nya.
Yang sadar bahwa surganya ada pd keridhaan ibunya.
Yang langka itu...
Orang tua... yang sadar bahwa anak perempuannya jika menikah sudah bukan lagi miliknya, yang selalu menasehati untuk mentaati suaminya selama suaminya tidak menyuruhnya kpd perkara munkar.Yang sadar bahwa keridhaan Allah bagi anaknya telah berpindah pd ridha suaminya.
Yang langka itu...
Seorang ibu... Yang meskipun tahu surga berada di bawah telapak kakinya.
Tapi tidak pernah sekalipun menyinggung hal tsb saat anaknya ada kelalaian thdnya. Yang selalu sadar bahwa mungkin segala kekurangan pd anak²nya adalah hasil didikannya yg salah selama ini. Yang sadar bahwa jika dirinya salah berucap atau do'a keburukan maka malaikat akan mengaminkan do'anya.
Yang langka itu...
Anak yang senantiasa mendoakan kebaikan bagi orangtuanya dlm keheningan sepertiga malam terakhir.
Meskipun sehari hari dlm kesibukan rumah tangganya. Dalam kesibukan usahanya. Dalam kesibukan pekerjaannya.
Yang langka itu...
Orang-orang yg saling memberikan nasehat dalam kebenaran dan kesabaran. yang saling memaklumi jika hal² di atas lupa atau lalai dilakukan sehingga saling memaafkan diantara mereka.
Maka rahmat Allah berada di antara mereka. Dan Allah dgn kemurahanNya memaafkan kesalahan² mereka.
Semoga kita termasuk kelompok yg LANGKA itu.... Aamiin. 🍀